Tidak banyak orang yang tau tentang asal nama dari Jakarta. Kota kelahiran saya ini bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kota ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. Sejarah Jakarta banyak diketahui melalui prasasti-prasasti milik kerajaan besar seperti Tarumanegara, Sriwijaya maupun K erajaan Sunda.

Data dari wikipedia menyebutkan bahwa pada awalnya Sunda Kelapa ( dikenal dengan nama Kalapa ) merupakan salah satu pelabuhan milik Kerajaan Hindu bernama Sunda yang beribu kota di Pakuan Pajajaran ( sekarang Bogor ). Selain pelabuhan Sunda Kelapa, Kerajaan Sunda juga memiliki beberapa pelabuhan lain seperti pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk. Namun demikian Sunda Kelapa dianggap sebagai pelabuhan terpenting karena memiliki waktu tempuh relatif singkat dari ibukota kerajaan serta merupakan pelabuhan lada yang sibuk.

Bangsa Portugis adalah rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke Bandar Kalapa. kemudian kota ini diserang oleh Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang letaknya tak jauh dari Kalapa. Kemudian Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal inilah yang ditetapkan sebagai hari lahir Kota Jakarta. Akhir Abad ke-16 barulah orang-orang Belanda datang dan kemudian menguasai Jayakarta. Tanggal 30 Mei 1619 dibawa pimpinan J.P Coen Belanda berhasil merebut dan menduduki Jayakarta sekaligus mengganti namanya menjadi Batavia – diambil dari nama suku Keltik yang pernah tinggal di wilayah negeri Belanda pada zaman Romawi.

Kegiatan pemerintahan dipusatkan di sebuah lapangan yang terletak sekira 500 meter dari bandar. Kemudian Belanda membangun balai kota, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Pertumbuhan yang kian pesat berdampak pada keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini kemudian dinamakan Weltevreden.

Masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Batavia diubah lagi menjadi Jakarta. Pada tahun 1966, Jakarta memperoleh nama resmi Ibukota Republik Indonesia.

Jakarta pun mendapat julukan “Kota 1001 Nama” karena banyaknya perubahan nama. Berikut adalah kronologi singkat perubahan-perubahan nama “Jakarta” :

  • Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Sunda ( Pajajaran )
  • 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Jakarta keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956)
  • 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia.
  • 1 April 1905 berubah nama menjadi ‘Gemeente Batavia’
  • 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia
  • 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi
  • September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
  • 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
  • 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj’a Jakarta.
  • 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya.
  • Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
  • 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.
  • Tahun1999, melalaui uu no 34 tahun 1999 tentang pemerintah provinsi daerah khusus ibukota negara republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi pemerintah provinsi dki Jakarta, dengan otoniminya tetap berada ditingkat provinsi dan bukan pada wilyah kota, selain itu wiolyah dki Jakarta dibagi menjadi 6 ( 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administrative kepulauan seribu)

 

Sumber :

http://bandarjakarta.wordpress.com

http://suciptoardi.wordpress.com

About these ads